Taken with instagram
Taken with instagram
Taare zameen par, ya bisa jadi ini salah satu karya terbaik Aamir Khan.
Bisa jadi film ini menjadi nomninasi pada berbagai festival perfilman, atau bisa jadi film ini berhasil mendapatkan banyak penghargaan.
tetapi, terlepas dari itu semua, aku sangat menikmati film ini, ya aku menikmatinya.
Dan aku menangis.
Aku menangis pada sepertiga awal film, dan sedikit terenyuh pada sepertiga akhir film.
Tetapi, aku menangis bukan hanya karena kisah ishaan pada film ini.
Aku sangat terkejut. bagaimana bisa?
Aku melihat diriku sendiri.
Pada sepertiga film aku berkata, itu aku dahulu.
Aku me-recall ulang si zaky kecil dalam pikiranku.
Si zaky kecil yang sangat riang, si zaky kecil yang selalu sibuk dengan dunianya sendiri, si zaky kecil yang terkadang tidak nyambung saat diajak berbicara oleh temannya, si zaky kecil yang selalu menajdi penyebab mobil antar jemput sekolah terlambat sampai disekolah, si zaky kecil yang tidak terlalu berbakat dalam olahraga, si zaky kecil yang selalu melakukan hal-hal yang dianggap aneh oleh teman-temanya, si zaky kecil yang sering merasa minder, si zaky kecil yang selau dianggap remeh.
Si zaky kecil yang dimarahi karena menari-nari saat menyebrangi jalan raya, si zaky kecil yang sangat sering dimarahi karena melakukan hal-hal aneh yang dianggap tidak wajar, si zaky kecil yang menghilang dan dimarahi karena berjalan berkilometer-kilometer jauhnya dari rumah pada umur 8 Tahun hanya karena ‘memang ingin berjalan saja’.
Si zaky kecil yang selalu takjub saat melihat langit pada malam hari, si zaky kecil yang senang berbicara dengan alam sekitarnya, si zaky kecil yang sering berbicara sendiri dan menari saat ia sedang sendiri, si zaky kecil yang sering menghilang saat sedang bersama orang tuanya, si zaky kecil yang selalu bertanya “kenapa?”.
Si zaky kecil yang selalu merengek di balik pintu memaksa orang tuanya membeli barang yang dijual semua sales yang datang kerumahnya hanya karena kasihan melihat sales yang keletihan, si zaky kecil yang selalu mengalami kesulitan saat menulis angka delapan, dan si zaky kecil yang selalu berusaha menunjukkan keceriaan bahkan saat ia merasa sangat sendirian.
Ya, anak lelaki dibesarkan dg cara berbeda dengan perempuan. anak lelaki tidak pernah diperbolehkan menangis. dan ia sangat kebingungan saat hatinya berteriak. sehingga kebanyakan anak lelaki tumbuh sebagai makhluk yg kurang memahami perasaan. Aku pun baru menyadarinya.
si zaky kecil dikenal banyak orang, tapi sangat sedikit yg benar2 mengenalnya.
Yang terakhir adalah si zaky kecil yang bertanya polos kepada gurunya pada akhir pelajaran, “bu, kenapa jumlah sisi lingkaran tidak terhingga?kenapa tidak bisa dihitung seperti segtiga dan segi empat?” lalu dihadiahi dengan lemparan spidol tepat dikepalanya dan dimaki dg kata bodoh,dll dan dipermalukan didepan seluruh isi kelas.
Kemudian setelah itu perlahan2 si zaky kecil mulai berubah, menjadi si zaky remaja yang sangat pendiam.
Saat menulis tulisan ini pun aku menangis.
Akan tetapi mungkin si zaky kecil lebih beruntung masih bisa selamat karena lingkungan dan keluarga yg lebih baik jika dibandingkan dengan ishaan.
dan sangat mungkin masih banyak anak-anak diluar sana yang tidak seberuntung si zaky kecil.
Sekarang, salah satu mimpi si Zaky besar yang sudah ada sejak dulu adalah, dapat mendirikan yayasan pendidikan yang memerhatikan masing-masing bakat anak, dan gaya pendidikannya tidak melakukan diskriminasi pada setiap anak,suatu saat nanti.
diharapkan doanya dan semoga keinginan ini bisa terwujud.
Amin.
Taken with instagram
Taken with instagram
arghhh.
Ini seperti racun yang dengan sadar dan terus menerus aku masukkan kedalam tenggorokanku.
otakku beku. tak kuasa menahan bendungan dari aroma manis dan segar sang racun. otakku kelu. tak mampu mengendalikan tanganku untuk tidak meneguk sang racun.
aku dibutakan karena wangi kesegarannya. tapi TIDAK, aku tidak butuh bendanya.
Aku mengakui, aku candu akan wangi kesegarannya.
Ya, wangi kesegaranmu hanya umpan.
Aku berhenti.
Decide a direction

One thing that never change
This is “The Place”
v
Finding Direction.